Keraton Kasepuhan, Destinasi Wisata Terbaik di Kota Cirebon

Perjalanan Menuju Keraton Kasepuhan – Sebuah keajaiban abad ke-16, Keraton Kasepuhan adalah rumah bagi Sultan Kasepuhan dan merupakan salah satu dari 4 Keraton atau istana di Cirebon 3 lainnya adalah Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman dan Keraton Keprabon. Istana ini tidak hanya salah satu yang tertua di Cirebon tetapi juga salah satu istana terbesar dengan kamar takhta. Keraton Kasepuhan jelas merupakan daya tarik yang sangat baik bagi pengunjung lokal maupun internasional, mengingat hal ini mencerminkan perpaduan arsitektur antara pengaruh Hindu, Islam, Belanda, dan Cina.

Istana ini terletak secara strategis di Jawa Barat, menghadap Masjid Agung Sang Cipta Rasa di sisi barat, dan gedung Lawang Sanga di tepi Sungai Krayan, di sisi selatan. Situs ini adalah kantor pajak dan bea cukai pada masa pemerintahan kerajaan Cirebon, menandakan kekayaan dan keberuntungan untuk istana ini. Keraton Kasepuhan, yang tersebar di 10 hektar tanah dan bermerek batu bata merah, benar-benar merupakan lambang multi-budaya dan tradisi dan tentunya harus ada dalam daftar kunjungan Anda ketika berada di Cirebon.

Keraton Kasepuhan, Destinasi Wisata Terbaik di Kota Cirebon

Hal yang Dapat Anda Lihat dan Lakukan di Keraton Kasepuhan

  1. Wisata dengan pemandu: Ada banyak wisata berpemandu di Keraton Kasepuhan yang tersedia di pintu masuk istana ini.
  2. Museum-museum yang berada di dalam kompleks Istana memiliki pilihan artefak kuno, persenjataan, lukisan yang berasal dari tahun 1500-an. Ini adalah Museum Kereta Singa Barong dan Museum Benta Kuno. Pengunjung dapat menemukan banyak oleh-oleh di toko suvenir di luar museum, dijual dengan harga yang lumayan.
  3. Kebun: Istana ini dikatakan memiliki sekitar 6 hektar tanah bebas, yang dipenuhi dengan tanaman hijau dan bunga-bunga.
  4. Patung harimau putih yang mewakili luar Museum Kereta Singa Barong yang disebut Singa mengacu pada singa dalam Bahasa.
  5. Patung kayu tua di luar Museum Kereta Singa Barong, di pintu masuk Keraton Kasepuhan, disebut Kereta yang berarti kereta dalam bahasa Inggris. Itu adalah simbol keluarga Prabhu Siliwangi.
  6. Situs lain di istana seperti Galeri Dalem Agung Pakungwati, Keraton dan Bangsal Keraton.

Tarif Masuk ke Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan terbuka untuk pengunjung selama 7 hari dari jam 8 pagi sampai 6 sore. Biaya untuk pemandu wisata dapat bervariasi tetapi biaya masuk ke Keraton Kasepuhan adalah IDR 10.000 per orang dewasa. Pengunjung juga perlu membayar biaya masuk untuk museum. Pengunjung mungkin ingin memberikan sumbangan di pintu masuk juga. Dalam hal ini, mereka harus memiliki sekitar Rp 500 hingga 1500 berguna untuk sumbangan.

Tips Perjalanan Menuju Keraton Kasepuhan

  1. Saat bepergian di Cirebon, pastikan Anda memakai GPS. Transportasi publik cenderung mengambil rute dan jalan memutar yang lebih lama untuk membebani pengunjung lebih dari tarif standar.
  2. Simpan perubahan di tangan agar Anda dapat memberikan sumbangan.
  3. Waspadalah terhadap calo yang menjual wisata dengan harga lebih murah daripada yang standar. Periksa dan percayai harga secara online atau di lokasi.
  4. Simpan bukti ID Anda setiap saat.
  5. Hanya menyumbang di pintu masuk utama.
  6. Tur berpemandu tidak wajib, jadi waspadalah terhadap pemandu wisata yang menipu pengunjung dengan memberi tahu mereka bahwa itu adalah wajib dan meminta tip besar.
  7. Ada banyak akomodasi yang tersedia di dekat Keraton Kasepuhan.
  8. Direkomendasikan agar pengunjung menggunakan transportasi tumpangan online atau taksi reguler untuk kenyamanan.

Sejarah Singakat Keraton Kasepuhan

Didirikan pada 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, istana ini masih menjadi rumah bagi Keluarga Kerajaan Sultan. Namun, mereka adalah subyek Republik Indonesia dan memiliki sedikit atau tidak ada kekuasaan. Setelah Pangeran Girilaya Kesultanan Kacirebonan meninggal dunia, kerajaan dibagi menjadi dua: Kesultanan Kasepuhan dan Kesultanan Kanoman. Istana ini dibangun dengan tembok putih, ubin delft biru dan putih, dan ruang singgasana. Ditambah dengan ini adalah Chandelier Perancis dan lantai marmer untuk meningkatkan keindahan tempat tinggal ini.

Hingga saat ini, keluarga kerajaan tinggal di istana ini dan hanya bagian utama yang terbuka untuk umum. Dalam proses menjaga istana, museum dikatakan telah diabaikan. Akibatnya, banyak orang masih melihat museum sebagai bangunan yang belum berkembang meskipun pihak berwenang telah mempertahankannya selama berabad-abad.

Cara Mencapai Keraton Kasepuhan

Terletak di Kecamatan Lemahwungkuk di Cirebon, istana ini berjarak sekitar 25 kilometer (30 menit) dari Bandara Cirebon. Pengunjung dapat naik transportasi publik dari bandara ke Kasepuhan. Bus kecil, juga dikenal sebagai angkot juga membawa pengunjung ke berbagai tempat wisata di Cirebon.

Cirebon juga cukup dekat dengan Jakarta dan Surabaya. Pengunjung dapat naik bus, atau bahkan kereta dari kedua kota ini ke Cirebon dan kemudian naik angkot ke istana.

Loading...
Keraton Kasepuhan, Destinasi Wisata Terbaik di Kota Cirebon | Fatimah Zahra | 4.5