Tips Mencegah Tertular Penyakit Difteri

Tips Mencegah Tertular Penyakit Difteri – Salah satu jenis penyakit yang masuk dalam kategori penyakit menular adalaha penyakit difteri. Penyebaran penyakit ini bekerja melalui bakteri corynebatrium dengan infeksi menularnya di mana seseorang yang telah terinfeksi bakteri ini bisa saja mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat dari racun yang dihasilkan dari bakteri tersebut seperti gangguan pada sistem saraf,  jantung, hingga efek berbahaya lain jika telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Apabila seseorang telah terkena penyakit difteri, maka akan merasakan keluhan seperti  selaput abu tebal yang menempel di tenggorokan, serak dan radang pada tenggorokan, kelenjar leher membengkak, sakit saat menelan dan susah bernapas, ngiler, demam dan menggigil, batuk yang keras, tubuh yang terasa tidak nyaman, penglihatan yang kabur, kontrol bicara yang melantur, detak jantung terasa lebih cepat, keringat dingin, dan lainnya. Keluhan selain dari yang disebutkan tadi mungkin saja bisa terjadi dan efek yang dirasakan bisa saja lebih parah. Untuk itu sebaiknya segera konslutasikan ke dokter apabila anda merasakan gejala-gejala akibat terkena virus yang satu ini.

Tips Mencegah Tertular Penyakit Difteri

Berkonsultasi sedari dini dengan dokter setelah terkena kontak dengan penderita difteri merupakan langkah bijak agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat sehingga terhindar dari serangan penyakit yang bisa menular pada anak-anak atau orang dewasa tersebut.

Adapun penanganan bagi seseorang yang telah terkena penyakit difteri dapat segera diobati dengan menyuntikkan antitoksin sesuai dosisi yang diberikan oleh dokter agar penyebaran racun dari bakteri penghasil difteri ini dapat dilawan. Penting sekali untuk memberitahukan dokter apabila anda termasuk orang yang alergi dengan antitoksin supaya dokter bisa memberikan solusi lain dalam penanganan penyembuhan difteri.

Umumnya dosis rendah pada antitoksin akan diberikan oleh dokter dengan kadar yang semakin ditingkatkan lalu disambung dengan pemberian antibiotik sebagai pengkaver infeksi dan kemudian dialnjutkan dengan pemberian dosisi pendorong vaksin difteri setelah penderita berangsur sehat agar imunitas tubuhnya lebih kuat dalam menangkal penyebaran bakteri difteri pada tubuh.

Sementara itu penderita difteri juga bisa melakukan pengobatan secara mandiri di rumah dengan melakukan berberapa upaya penyembuhan seperti istirahat di tempat tidur untuk waktu tertentu hingga merasa lebih baik dan fit kembali.

Penyakit difteri memang tidak bisa dianggap sepele sebab penanganan yang tidak tepat justru akan berakibat munculnya komplikasi berbahaya hingga meninggal dunia. Diantara komplikasi akibat pengobatan yang tidak tepat adalah tertutupnya saluran pernapasan, otot jaringan yang rusak, saraf yang rusak, lumpuh dan infeksi pary.

Lebih parahnya lagi, penyakit difteri ini dapat mengancam nyawa penderitanya meskipun telah mendapatkan penanganan medis. Oleh sebab itu, pencegahan dan pengobatan terhadap difter tidak bisa dianggap sepele dan pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter ketika tubuh mengalami gejala-gejala terkena difteri.

Vaksin menjadi bagian dari upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit difteri. Imunisasi Difteri, Tetanus, dan Pertusis (DPT) pada bayi usia 2, 3, 4 dan 18 bulan serta usia 4-6 tahun (lima kali) dapat diberikan agar imunitasnya lebih kuat dalam melawan virus seperti difteri ini.

Untuk vaksinasi Td/Tdap, suntikan diberikan pada anak yang sudah berusia di atas 7 tahun. Vaksin jenis ini memiliki manfaat baik sebagai pelindung tubuh dari serangan pertusis, difteri, dan tetanus dengan suntukan vaksin yang dapat diulang dalam rentan waktu 10 tahun sekali termasuk pada orang dewasa.

Demikian ulasan tentang tips mencegah tertular penyakit difteri yang dapat di share di artikel ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung. Sampai jumpa.

Loading...
Tips Mencegah Tertular Penyakit Difteri | Fatimah Zahra | 4.5